Giraffe

Tampilkan postingan dengan label My lovely class "Che". Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My lovely class "Che". Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Agustus 2011

Going to bali with them that i love :)

Beberapa foto dari yang cacad sampe yang bikin mata jungkir balik, monggo :

Sekedar pemberitahuan saja bahwa sepulang dari Bali, my lovely spatu ini agak robek karena sotangku #ngenes -__-



Ini pas di deluang sari gitu sebagian doang fotonya hahahah :D


Ini foto pas di GWK si wishnu sama garuda, dari metal cuy.. keren dah.. #melting


Ini juga foto - foto waktu di GWK tapi ini orang itu ada 7 icons, treeji, cewek lagi ngerayu cowok, sama sekumpulan drama queen. :p



(berdiri, kiri-kanan) aldo, adel, aku, imel
(dari bawah, kanan-kiri-kanan) floren, dhitra, ela, aji, ditya,dicky, vivi, krisna, wanda, luisa, kinda, kezia, ditya.

Ini ceritanya kita mau pose (sok) sexy gitu deh, lihatlah aldo yang gayanya itu mengharukan :') dan nggak tau kenapa si dicky malah bergaya kaya begitu, bukannya sexy malah pengen gue tendang, dan posenya aji imel, simple but they're so sexy (pret) hauahaha :D


Sementara itu dulu ya teman-teman, kalo mau liat foto-foto (aku yang cantik) di Bali, bisa liat di profile FB ku Aurelia Sumampouw atau anak anak IXC Yosephine Ajeng Adiyuda Dwi Kuncoro Felisitas Stella


Jumat, 24 September 2010

Suka dan Duka kita lalui bersama kelas Che

Sejenak kata itu membuat aku ingat akan kejadian tanggal 22 September 2010
Kita anak kelas 8che nangis bareng, mbrambangi bareng.
Gini ceritanya:
*KRIIIIIIINGGG*
jeng jeng jam kedua datang, tereretteret...
Pak Sri pun berjalan melalui lorong-lorong kelas delapan menuju istana "DELAPAN CHE"
cieileh *lebay*... Awale biasa-biasa aja soale ku kira langsung aja gitu pelajaran kesayangan kita "MATEMATIKA" ternyata tidak, jam pertama matematika di hari kamis itu akan kita lewati dengan oohhhh.. wow... cekidot!!
Pak Sri datang dan berbicara "(aku lupa pak sri ngomong apa yang penting isinya mau membahas masalah kelas kita)" Huwih ternyata masalahnya gara-gara surat yang kita kasih itu, wow... *mungkin bapaknye sakit ati kali yee*
Saat itu pak Sri cerita tentang pengorbanan *cieileh* untuk 8c, wuih mendengarnya aku jadi mikir "Ya ampun ternyata selama ini kayak gitu, kelas kita emang betul-betul EGOIS" setelah menyadari itu, mataku berlinang mbrambangi *duarr* udah mau nangis gitu, tapi tak tahan biar nggak nangis, tapi pak sri terus cerita dan bom airmatapun tidak bisa dihindari, saya menangis. Dengan reflek teman sebangku saya yang baik "Adya Pradipta" meminta tisu kepada "Franselin Secundia Putri O" dan menaruhnya di ujung buku tempat banjir bandang airmataku. Awalnya nggak ku ambil, karena nggak deres amat nangisnya, tapi semakin lama pak sri bicara, semakin aku pengen nangis. Ya udah aku ambil deh itu tisu untuk menghapus airmataku. Dan selesai saya tak menangis lagi. Saya mulai tertawa kembali *hurayyy* setelah itu pak Sri meminta komentar, dan "Bernadeta Gita Atika" pun berkomentar, di dalam komentarnya yang agak tidak jelas karena dibarengi oleh tangisannya dapat diambil arti bahwa "Kelas kita emang nggak bisa diatur SUSAH dan Deta dan Pak Sri adalah pejuang yang bertahan hidup" aku langsung ikut nangis waktu itu, karena tisu udah abis aku balik ke belakang mejaku mengambil tisu di tempat vivi. Karena aku mau nangis + ketawa + jaim = Misuh, aku jadinya misuh-misuh nggak jelas gitu buat jaim. Tapi seluruh kelas belum pada nangis, pak sri minta komentar lagi aku mau komentar tapi takut, tapi ya udah aku komentar.
Karena kebawa suasana nangis e deta aku juga ikut nangis kira-kira aku ngomong gini
"Hey, kalian inget nggak sih waktu rekoleksi kelas 7 kita pernah janji kan buat SUKA DAN DUKA KITA LALUI BERSAMA tapi sekarang apa? Kita itu terlalu EGOIS, setiap kali ada masalah atau rame pasti yang disalahin tu cuma itu itu aja yang troble maker padahal belum tentu mereka yang salah. Belum tentu kalo ada masalah tu yang salah genk nya satya ma nuel aja *ups sebut merk* tapi yang lainnya juga walau cuma sedikit, aku juga sadar aku juga rame, aku juga sadar aku juga egois, tapi yang aku pengen kelas kita enggak egois lagi, jadi pengertian gitulo" Aku liat sekeliling aku liat ada yang mbrambangi ada yang nangis yah semoga kalian sadar deh. Tapi kok malah sejak saat itu aku jadi diejekin ya? ahahaha whatever.. yang penting SUKA DAN DUKA KITA LALUI BERSAMA KELAS CHE

Senin, 20 September 2010

Menurut kejadian nyata di 8C

Gimana sih rasanya kamu nggak dihargai? Gimana rasanya kalau kamu bicara, tapi pada nggak ngedengerin malah asik ngobrol sendiri. Gimana rasanya di saat kamu menghadap ke depan semua orang memuji kamu, tapi di saat kamu menghadap ke belakang semua orang mencemooh kamu. Gimana rasanya di saat kamu menegur orang yang salah tapi orang itu malah nyindir-nyindir kamu. Pasti nggak mau to?

Sejauh ini mungkin guru-guru kita merasakan hal-hal yang nggak enak kayak yang di atas itu ^ sakit hati banget pasti itu, udah bangun pagi, dateng ke sekolah cuma buat ngasih ilmu ke kita, eh dateng dateng nggak kita hargain. Sebenere kalo itu guru nggak pengertian, pasti mereka udah pasrah aja duduk di kursi guru santai santai, sambil melihat siswa siswinya ramai. Wah nek aku dadi guru ne wis... kebun binatang jebol, pisuhan berantai. Tapi enggak buat guru-guru kita, mereka selalu sabar. Tapi kesabaran ada batasnya, ada waktunya guru marah dan menegur siswanya, giliran gurunya negur nggak ditanggepin, yaudah diusirlah kita dai kerajaan kelas kita. Mesti isin to kowe. Kalo giliran dikeluarin, kita protes ke guru, ngelaporin kalo gurune kejem, gurune nafsu mbunuh. Woalah cah pekok! Yo nek kuwi awake dewe sing salah.. Halah..

Jadi jangan sia-siain guru kita, bagaimanapun cara mereka mengajar kita :)